Halo!

apa kabar :D

saya sebenernya malu karena udah lama ga update blog ini, dan hari ini akhirnya saya ada waktu luang untuk mulai posting yang semoga dapat bermanfaat.

selama saya ga ngeblog disini, saya fokus untuk membangun start-up saya : IMBolt (mungkin sebagian dari anda udah ada yang tahu tentang ini).

Oiya, akhir-akhir ini saya nambah kesibukan baru, FYI, saat ini saya melanjutkan studi saya di Universitas Brawijaya, Malang. Saya ambil program pascasarjana dengan minat manajemen agribisnis.

Ok, balik ke topik list building. Di beberapa artikel terakhir saya emang getol membahas list building, kenapa?

kenapa list building?

mungkin itu yang selama ini ada di pikiran anda. Sama seperti dulu saat saya belajar bisnis online, banyak sekali guru bisnis online yang bilang : the money is in your list.

saya sih pada waktu itu mikir : “list building itu costly”

waktu itu alasan saya adalah :  harus sewa autoresponder, bikin opt-in, drive traffic, sewa autoresponder mahal bla bla bla.

dan sekarang saya agak sedikit menyesal kenapa waktu itu terlalu banyak alasan untuk mulai list building, padahal kalo dipikir-pikir setelah fokus ber-list building-ria dalam hampir 2 tahun ini saya merasakan manfaat yang dahsyat.

saya jadi agak nyesel waktu itu cari-cari alasan dan males untuk action.

buat kalian yang udah baca artikel saya tentang : list building mulai dari mana?

mungkin bertanya-tanya. What next? apa sih yang harus dilakukan setelah mempunyai autoresponder?

berdasarkan pengalaman saya yang harus anda lakukan adalah :

memilih niche anda. Usahakan se-detail mungkin!

Anda pasti tahu dong, ada banyak niche di Internet Marketing. Yang paling populer atau sering anda dengar pasti “make money online” ; “weight loss” ; “forex” ; “musclue building” dan masih banyak lagi.

Ga ada yang salah anda bangun list di niche niche tersebut. Tapi akan lebih baik kalau anda mencari niche yang spesifik tapi tetap bisa menghasilkan banyak uang.

Bingung?

gini deh. Misalkan anda ingin bangun list di niche weight loss.

saya pikir weight loss terlalu general. Anda bisa lebih spesifik ke sesuatu yang lebih detail seperti : weight loss for women over 40 ; weight loss for men

kalau saya sih lebih mainin logika aja dan dengan bantuan google (bisa google search atau google keyword tool) untuk mencari sub-niche dari weight loss dengan data pencarian tinggi, namun pesaing rendah.

sebagai contoh, saya main di niche make money. tapi saya ambil ke niche lebih spesific yaitu pengguna software yang berhubungan dengan make money, saya ambil ke yang lebih spesifik lagi yaitu pecinta wordpress, dan lebih spesifik lagi saya incar mereka yang bekerja sebagai offline marketer / consultant.

Pemilihan niche yang spesifik dan memudahkan anda untuk mengirim offers / penawaran dan meningkatkan konversi dari email anda.

mungkin bagi anda yang main di market lokal agak bingung dengan penjelasan di atas.

saya ambil contoh lain,

misalkan anda pengusaha toko online. Usahakan toko online anda adalah toko online yang spesifik. Misalkan : Anda berjualan jam tangan. Buatlah masing2 kategori yang spesifik untuk list building toko online anda. Sehingga segmentasi-nya akan lebih tertarget.

sebagai contoh anda bikin segmentasi untuk pria dan wanita. Letakkan campaign berbeda untuk penawaran jam tangan pria dan wanita autoresponder anda.

sehingga pada saat anda mengirimkan email blast (newsletter) anda bisa lebih spesifik menyapa prospek anda sesuai dengan interest mereka.

intinya, bangun list anda dengan niche yang spesifik. Kalau anda mau bangun list di niche yang general, bedakan list anda di beberapa campaign yang berbeda sehingga anda bisa men-track segmen pasar anda.

kalau masih bingung tinggalkan komentar insyaAllah saya bales.

Semoga bermanfaat ya ;)

Maulana Malik